Saturday, April 19, 2008

Blog: Salah Satu Strategi Mutakhir dalam Pembelajaran


Penulis: Satria Anandita | Tanggal: 14 November 2007 | Kategori: Artikel

Sekilas Tentang Pembelajaran Elektronik dan Internet
Secara sederhana, kegiatan belajar dapat didefinisikan sebagai proses transfer ilmu dari pihak yang berilmu kepada pihak yang belum berilmu, sehingga pihak yang belum berilmu, setelah mendapatkan ilmu, dapat menelurkan ilmu baru yang lebih baik dari ilmu sebelumnya. Dalam hal ini, komunikasi menjadi variabel yang sangat penting karena ilmu, yang berupa informasi, hanya dapat disalurkan lewat selang-selang komunikasi.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat proses transfer ilmu tersebut (kegiatan belajar) juga mengalami perkembangan. Ilmu yang tadinya bersumber dari orang/manusia, kini mulai bergeser kepada media. Sebabnya, teknologi telah memungkinkan manusia mendokumentasikan ilmunya ke sebuah media, sehingga ketergantungan terhadap manusia secara fisik dapat dikurangi karena ilmu-ilmu yang telah didokumentasikan dapat dipanggil kembali sewaktu-waktu kala dibutuhkan, tanpa harus menghadirkan orang, yang mendokumentasikan ilmu itu, secara fisik. Nilai kegunaan dari sebuah ilmu pun dapat meningkat.

Dalam konteks ini, yang direvolusi oleh TIK adalah medianya. Semakin maju teknologi media yang dipakai untuk mendokumentasikan suatu pengetahuan, maka semakin banyak pula alternatif yang dapat diambil dalam melakukan suatu proses transfer ilmu.

Mungkin salah satu contoh media yang paling primitif adalah batu, dimana, sebagai contoh, para manusia jaman dulu sering meninggalkan dokumen berupa prasasti. Kemudian ada kertas, sehingga orang mulai mengenal buku. Setelah itu, yang paling modern, adalah ruang digital, dimana kita bisa mendokumentasikan hampir semua informasi di dalamnya. Penggunaan ruang digital dalam proses pembelajaran inilah yang kini disebut-sebut sebagai pembelajaran elektronik (e-learning).

Media pembelajaran elektronik sendiri terus berkembang. Sebelum ada internet, banyak materi pembelajaran telah dikemas dalam file digital yang lebih ringkas, namun penyebarannya masih sangat terbatas karena teknologi komunikasi belum memungkinkan lalu lintas informasi, yang berupa file, dapat berjalan secara interaktif dan real time.

Setelah ada internet, komunikasi hampir menjadi tanpa batas (borderless) karena selang komunikasi pada teknologi internet, dalam hal ini berupa serat-serat optik, dapat mengakomodasi hampir seluruh jenis informasi secara interaktif dan real time.

Sekilas Tentang Web dan Blog
Konsekuensi logis dari kemunculan internet adalah munculnya situs-situs informasi, yang kerap disebut dengan web. Melalui situs-situs itulah pengguna internet saling bertukar informasi. Namun, lalu lintas sebuah informasi (file) tidak serta merta menjadi mulus begitu saja. Para pengguna internet masih harus berkutat dengan pengembangan web agar dapat mengakomodasi keberadaan file dalam format yang berbeda-beda.

Selain masalah kapabilitas untuk mengakomodasi file, masalah yang tidak kalah penting dalam pengembangan web adalah sistem pengelolaan konten. Tanpa pemrograman yang sistematis, meng-update konten di dalam suatu web, sambil mengarsipkan konten-konten yang telah out of date secara kronologis dan kategoris, adalah sesuatu yang sangat merepotkan. Semua harus dilakukan secara manual. Apabila web yang dikelola memiliki konten dalam jumlah besar, pengelolaan konten menjadi tidak efisien waktu, tenaga, dan pikiran. Akibatnya, web-web yang ada juga jarang di-update, kebanyakan hanya berakhir menjadi pajangan. Padahal, menjadi out of date bisa dikatakan sebagai aib bagi suatu situs karena laju informasi yang sedemikian dinamisnya di dunia internet.

Lalu muncul blog (juga sering disebut weblog), sebuah konsep situs yang menerapkan sistem pengelolaan konten secara terotomasi. Blog dapat mengarsipkan konten sebuah situs berdasarkan kategori dan kronologi waktunya, bahkan berdasarkan kata kuncinya pula. Konten yang dapat diakomodasi pun meliputi file gambar, suara, dan video, jadi tidak melulu harus berupa tulisan. Pemrogramannya jelas lebih rumit daripada web statis karena keunggulannya tersebut. Namun, karena software-nya dapat diunduh secara gratis di internet, siapa saja kini dapat membuat situs blognya dengan sangat mudah, tidak perlu membangunnya dengan bahasa pemrograman yang ruwet. Tinggal unduh, lalu upload ke server hosting, ekstrak file, set konfigurasi database sebentar, maka situs blog pun sudah dapat dioperasikan. Pengoperasiannya pun tidak membutuhkan keahlian khusus. Bahkan instalasi blog di server hosting berbayar saat ini sudah sangat mudah karena, biasanya, para penyedia layanan web hosting juga sudah menyediakan aplikasi yang dapat otomatis menginstal software blog.

Interaktivitas blog pun menjadi salah satu keunggulan yang signifikan, bila dibandingkan dengan web statis. Fasilitas komentar yang terintegrasi dalam sebuah blog dapat dimanfaatkan untuk ajang diskusi interaktif. Dengan diawali oleh sebuah topik, yang dapat disampaikan berupa tulisan, gambar, atau video, masing-masing pengunjung situs dapat melemparkan tanggapannya terhadap topik tersebut. Tanggapan tersebut, apabila saling merespon satu sama lain, maka akan mirip seperti sebuah forum diskusi yang hidup.

Kemampuan lain yang tidak kalah istimewa dari blog adalah sindikasi. Intinya, konten sebuah blog dapat disebar ke situs lain dengan sangat mudah dengan menggunakan umpan RSS (really simple syndication). Dengan ini, apabila umpan RSS sebuah blog dikopi ke situs lain, maka, apabila blog pemberi umpan RSS di-update, situs penerima umpan RSS juga akan mengalami update yang sama persis secara otomatis.

Blog Edukasi
Blog, dengan segala keunggulannya, tentu dapat dimanfaatkan oleh dunia pendidikan untuk mengembangkan proses transfer ilmu, seperti yang dimaksud di awal tulisan. Namun, implementasinya juga tidak serta merta dilakukan begitu saja, melainkan membutuhkan strategi penyesuaian dengan kemampuan dan kebutuhan antarpihak yang terlibat dalam sebuah proses pembelajaran.

Dalam konteks dunia pendidikan, guru dan murid perlu terlebih dahulu diperkenalkan kepada konsep pembelajaran elektronik dan blog beserta manfaat-manfaatnya, yang sudah dibeberkan di atas tadi.

Selanjutnya, mereka perlu didorong untuk selalu mendokumentasikan apa yang ada di dalam pikiran mereka, termasuk di antaranya adalah pengetahuan, pengalaman, perasaan, pendapat, dan lain-lain, dengan metode yang paling sesuai dengan kepribadian masing-masing, apakah itu lewat tulisan, gambar, suara, atau video. Hal ini, selain berguna sebagai ajang latihan mengungkapkan ide-ide yang terpendam, juga berguna untuk penghematan biaya dalam hal publikasi gagasan karena dengan media blog, sebuah gagasan tidak perlu dimuat dalam ribuan lembar kertas agar dapat terpublikasi secara luas.

Setiap buah pikiran yang berhasil mereka dokumentasikan, sebaiknya diberi apresiasi agar mereka juga semakin terpacu untuk mendokumentasikan pengetahuan yang mereka punya. Apresiasi tersebut tidak harus berupa materi, tapi bisa juga berupa tanggapan, pengakuan, pujian, dan bahkan kritikan atas apa yang mereka berhasil dokumentasikan.

Kelar berlatih untuk mendokumentasikan pengetahuan, mereka hendaknya juga didorong untuk membangun jaringan (networking) yang dibentuk berdasarkan kesamaan bidang/tema yang diminati. Pembentukan jaringan ini dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas sindikasi. Dengan mengumpulkan kode-kode sindikasi dari blog-blog yang mempunyai kesamaan tema dalam satu agregat, maka baik guru atau murid dapat mengikuti update terbaru tentang sebuah tema dari blog-blog lain.

Pembentukan jaringan maya ini dapat menggantikan kelas-kelas diskusi yang selama ini selalu terbatas pada waktu dan sebuah ruangan fisik, sehingga proses pembelajaran pun dapat diselenggarakan dengan lebih fleksibel.

Contoh situs blog pembelajaran elektronik: IlmuKomputer.Com

No comments:

{ Template Design by Elque 2007 }